Bingung dengan aturan baru visa Umrah yang kini hanya berlaku satu bulan?
Bagi jemaah Indonesia, terutama yang ingin berangkat secara mandiri, perubahan memerlukan strategi perencanaan tersendiri agar ibadah tetap lancar dan khusyuk. Artikel ini membahas kebijakan terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, serta dampaknya bagi tren Umrah mandiri yang kian populer di Indonesia. Kami juga mengulas cara menyesuaikan rencana perjalanan agar niat mabrur Anda tetap terjaga.

Apa yang Berubah dari Visa Umrah?

Sejak awal November 2025, masa berlaku visa masuk Umrah dipangkas dari tiga bulan menjadi hanya 30 hari sejak tanggal penerbitan. Artinya, jemaah harus masuk Arab Saudi dalam waktu satu bulan setelah visa keluar. Jika melewati batas waktu satu bulan, visa otomatis hangus tanpa pengembalian biaya. Namun, setelah tiba, jemaah masih dapat tinggal hingga tiga bulan, sehingga waktu ibadah tetap cukup panjang.

Kementerian Haji dan Umrah menyebut kebijakan ini sebagai langkah untuk mengatur lonjakan jemaah asing, yang mencapai rekor empat juta orang hanya dalam lima bulan pertama musim Umrah 2025.
Cuaca yang mulai sejuk (20–30Β°C) di musim dingin membuat periode ini sangat diminati, terutama oleh jemaah Asia seperti Indonesia.

Dampak bagi Umrah Mandiri: Lebih Menantang dari Sebelumnya

Setelah disahkan lewat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, Umrah mandiri menjadi opsi legal bagi jemaah Indonesia. Kelebihannya? Lebih fleksibel dan bisa lebih hemat. Namun di sisi lain, tantangannya makin berat dengan aturan visa baru.

Jika Anda mengurus visa sendiri lewat Nusuk.sa, maka harus siap berangkat dalam waktu 30 hari. Tanpa bantuan travel agent, pengaturan seperti booking hotel dekat Masjidil Haram, transportasi dari Jeddah ke Makkah, hingga menentukan titik miqat bisa memicu stres, bahkan risiko visa kadaluarsa sebelum keberangkatan. Tanpa panduan, dapat berpotensi membawa kerugian yang tidak sedikit.

Suasana Bandara Transit
Susasana saat transit di Bandara Internasional Turki

Lebih jauh, kepadatan jamaah yang ingin dikendalikan oleh Saudi justru bisa menjadi β€œboomerang” bagi jemaah mandiri. Tanpa paket tur, antrean di bandara atau tempat suci bisa jauh lebih panjang. Data pariwisata Saudi menunjukkan lebih dari 60 juta wisatawan di paruh pertama 2025, dengan pengeluaran SR161 miliar menjadi indikasi betapa ramainya musim Umrah tahun ini.

Bagi jemaah Indonesia yang terkadang harus menunda keberangkatan oleh karena urusan kerja atau keluarga, kebijakan baru ini menuntut penjadwalan yang jauh lebih ketat.

πŸ’‘ Tips agar Tetap Lancar, Mandiri atau Tidak

  1. Ajukan visa tepat waktu β€” idealnya 2–3 minggu sebelum keberangkatan dan pantau situs resmi umrah.gov.sa 
  2. Gunakan penerbangan langsung untuk meminimalkan risiko transit panjang.
  3. Pesan hotel dan transportasi resmi melalui aplikasi Saudi untuk menghindari penipuan.
  4. Pastikan semua dokumen lengkap β€” paspor minimal 6 bulan berlaku, vaksin valid, dan bukti akomodasi tersedia.
  5. Konsultasi ke ahli atau komunitas jemaah untuk panduan teknis, terutama jika ini Umrah pertama Anda.

Penutup: Disiplin adalah Kunci Ibadah Mabrur

Aturan visa baru bukan penghalang, tapi pengingat pentingnya disiplin dan perencanaan matang.
Apakah memilih berangkat mandiri atau lewat agen yang terutama adalah memastikan ibadah berlangsung nyaman dan sah. Lanjutkan membaca panduan kami berikutnya di Ihram.id:
πŸ“– β€œWaktu Terbaik Umrah untuk Pemula 2025–2027” β€” agar bisa menentukan jadwal ideal sesuai cuaca, harga, dan kesiapan spiritual.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *