Data pemeriksaan kesehatan Jemaah Haji 2026 (1447 H) per awal Desember 2025 menunjukkan mayoritas jemaah masuk kategori Butuh Evaluasi. Apa saja penyebabnya, dan bagaimana agar tidak gagal berangkat?
Kabar penting bagi para calon Jemaah Haji 2026 (1447 H). Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Agama melaporkan hasil pemeriksaan kesehatan tahap awal yang memberikan gambaran cukup serius terkait kesiapan fisik jemaah. Per awal Desember 2025, dari 81.654 jemaah yang telah diperiksa, hanya sekitar 29.000 jemaah yang langsung dinyatakan memenuhi syarat Istitha’ah Kesehatan. Artinya, lebih dari 50 ribu jemaah lainnya memerlukan tindak lanjut medis sebelum fase pelunasan Biaya Haji dimulai. Angka ini menimbulkan pertanyaan: Apakah pemeriksaan kesehatan Haji kini semakin ketat?
Mayoritas Masuk “Pembinaan Kesehatan”, Bukan Gagal Berangkat
Meski hanya 35 persen jemaah yang langsung lolos, pemerintah menegaskan bahwa status awal bukanlah penetapan final. Sebagian besar jemaah berada dalam kategori Pembinaan Kesehatan, yaitu kondisi yang masih bisa diperbaiki dalam beberapa bulan ke depan. Kelompok ini umumnya memiliki komorbid seperti:
- tekanan darah tinggi yang belum stabil,
- diabetes yang belum terkontrol,
- kolesterol tinggi,
- atau masalah jantung ringan.
Skema pemeriksaan dipercepat ini dibuat agar jemaah memiliki waktu 4–5 bulan untuk menstabilkan kondisi tubuh sebelum memasuki proses pelunasan. Mengapa kesehatan jemaah haji perlu diperhatikan? Karena di dalam proses ibadah haji banyak melakukan aktivitas fisik yang membutuhkan kondisi prima dari para jemaah. Perjalanan dari lokasi pondokan haji ke Masjid atau saat melakukan pelemaparan jumrah merupakan contohnya.

Penyakit yang Paling Berisiko Menyebabkan “Tidak Layak Haji”
Belajar dari penyelenggaraan Haji 2024 dan 2025, pemerintah memperketat syarat Istitha’ah Kesehatan. Beberapa kondisi medis yang berpotensi membuat jemaah tidak layak terbang antara lain:
- Gagal Ginjal Kronis (Stadium Akhir). Jemaah yang memerlukan hemodialisis rutin menghadapi keterbatasan layanan cuci darah di Tanah Suci.
- Gagal Jantung. Kondisi ini berbahaya mengingat aktivitas haji membutuhkan stamina tinggi, terutama saat tawaf dan sa’i.
- TBC Paru Aktif. Penyakit menular yang berisiko tinggi menyebar di asrama, pesawat, dan pemondokan.
- Demensia Berat. Jemaah dengan kondisi dimensia (pikun) berat tidak bisa menjalankan ibadah secara mandiri dan berisiko tersesat.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Jemaah Mulai Sekarang?
Hasil pemeriksaan awal ini tentu dapat jadikan sebagai alarm peringatan dini untuk mempersiapkan kesehatan sebaik mungkin. Jemaah sedini mungkin dapat melakukan beragam persiapan untuk menyosong ibadah haji mereka seperti:
Pemeriksaan Mandiri. Secara rutin dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dasar seperti, tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol dan EKG (fungsi jantung). Pemeriksaan mandiri ini akan banyak membantu mendeteksi secara dini jika ada permasalahan kesehatan yang harus segera dibenahi.
Minum Obat Secara Teratur. Bagi jemaah yang sedang dalam penanganan pengobatan, kepatuhan dalam minum obat adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan diri. Pastikan konsumsi obat teratur sesuai petunjuk dokter.
Rutin Berolahraga. Haji merupakan ibadah yang membutuhkan banyak aktivitas fisik. Dengan demikian menjaga kondisi fisik sedari awal sangat dianjurkan. Latihan fisik ringan dengan rutin jalan kaki 5000 langkah per hari akan sangat banyak membantu menjaga kesehatan saat di tanah suci.
Perbaiki Pola Makan. Sesuaikan diet dengan konsisi tubuh dan hasil permeriksaan dokter. Batasi konsumsi garam, gula, dan gorengan. Perbanyak sayuran dan air putih agar tubuh lebih stabil saat pemeriksaan tahap akhir.
Bukan Menghalangi, Tetapi Melindungi Jemaah
Pemeriksaan kesehatan awal yangbntelah dilakukan merupakan upaya dari pemerintah agar jemaah berangkat haji dalam kondisi terbaik, kuat menjalankan rangkaian ibadah yang berat, dan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.
Bagi jemaah yang masuk masa pembinaan kesehatan, tetap semangat. Masih ada waktu untuk memperbaiki pola hidup dan menstabilkan kondisi tubuh. Semoga Allah memudahkan langkah Anda menuju Baitullah pada musim Haji 2026.
0 Komentar