Ada tangis yang tak bisa ditahan. Duriat Embon, 71 tahun, berdiri di Terminal Fast Track Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, dengan syal melingkar di lehernya dan air mata mengalir pelan. “Saya bersyukur, sudah tua bisa berhaji ke Baitullah,” ucapnya, suaranya sedikit tercekat. Di sampingnya, sang anak — Irfan Ali Fauzi, 44 tahun — juga tak kuasa menahan haru. “Bisa berhaji bersama ayah itu Masya Allah. Ayah saya daftar 2013, saya daftar 2016.” Dua belas tahun penantian. Dan hari itu, 22 April 2026, akhirnya tiba.
Rabu dini hari itu menandai babak baru: penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M resmi dimulai. Indonesia — pengirim jamaah haji terbesar di dunia — kembali mengirimkan tamu-tamu Allah ke Tanah Suci.
Lepas Landas dari Yogyakarta, Tiba di Madinah dengan Senyum
Kloter pertama Indonesia tahun ini secara historis istimewa: bukan dari Jakarta, melainkan dari Yogyakarta. Sebanyak 360 jamaah asal Kabupaten Kulon Progo menjadi yang pertama meninggalkan tanah air melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada Selasa malam, 21 April 2026, pukul 23.40 WIB — menandai momentum sejarah baru, karena YIA untuk pertama kalinya melayani embarkasi haji.
Pesawat Garuda Indonesia bernomor GA 6501, armada Airbus A330-300, membawa mereka langsung menuju Madinah. Kloter YIA 01 mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah sekitar pukul 06.35 Waktu Arab Saudi, meski sempat mengalami sedikit keterlambatan.
Menyusul beberapa jam kemudian, 391 jamaah kloter pertama Embarkasi Pondok Gede Jakarta diberangkatkan sekitar pukul 00.45 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan mendarat di Bandara Madinah pukul 07.40 Waktu Arab Saudi.
Di hari yang sama, keberangkatan juga dilakukan dari embarkasi Jakarta (391 jamaah), Solo (360 jamaah), Lombok (393 jamaah), Ujung Pandang (391 jamaah), dan Medan (360 jamaah). Total pada hari pertama itu, 15 kloter dari 11 embarkasi tiba di Madinah, membawa 5.997 jamaah haji Indonesia.

Disambut Zamzam, Mawar, dan Rebana
Di depan hotel Makarem Haram View Suites Madinah — yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari pelataran Masjid Nabawi — penyambutan berlangsung penuh kehangatan. Nuansa khas Arab Saudi terasa kental melalui iringan rebana dan lantunan hadrah mahalul qiyam. Penyambutan dilengkapi dengan welcome drink berupa air zamzam dan kurma, taburan bunga, tangkai mawar, hingga pemberian suvenir kepada jamaah.
Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, turut menyambut langsung kedatangan jamaah, menyapa satu per satu dengan ramah. “Sehat selalu ya, bagaimana perjalanannya?” ucap Dubes kepada para jamaah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Dr. Kholilurrahman, bahkan turun langsung membantu — terlihat menaikkan seorang jamaah lansia dari bus ke kursi roda, lalu mendorongnya hingga masuk ke hotel.
Seluruh proses kedatangan berjalan efisien. Jamaah tidak perlu mengurus bagasi karena seluruh barang bawaan telah ditangani oleh PPIH Arab Saudi bekerja sama dengan pihak hotel. Mereka tinggal berjalan menuju kamar, beristirahat, dan bersiap menuju Masjid Nabawi yang sudah menanti selangkah di depan pintu.
Teknologi Fast Track dan Kartu Nusuk
Kelancaran hari pertama ini bukan tanpa persiapan matang. Embarkasi Jakarta-Pondok Gede kembali menggunakan skema fast track Makkah Route, yang memungkinkan proses keimigrasian dilakukan lebih cepat sebelum keberangkatan dari Indonesia, sehingga jamaah tidak perlu mengantre lama saat tiba di Arab Saudi. Otoritas Saudi memeriksa visa, paspor, dan biometrik langsung di bandara keberangkatan di Indonesia.
Inovasi lain yang membuat musim haji 2026 berbeda dari tahun sebelumnya adalah kartu Nusuk. Kepala Kanselerai KJRI Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko, menyatakan rasa syukurnya karena jamaah haji Indonesia sudah memiliki kartu Nusuk sejak dari Tanah Air. “Alhamdulillah kloter pertama ini akan tiba, tentunya mereka sudah memiliki kartu Nusuk semua sebelum tiba di Arab Saudi dan ini akan sangat mengurangi permasalahan ke depannya. Tahun lalu ada keterlambatan dalam penerbitan kartu Nusuk, namun tahun ini bisa diantisipasi di awal,” tandasnya.
Sistem pre-arrival juga menjadi kunci: data jamaah sudah dikirim lebih awal ke Kementerian Haji Arab Saudi sehingga alur layanan menjadi lebih tertata sejak sebelum jamaah mendarat.
Di sisi penerbangan, Garuda Indonesia mencatatkan tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP) 100% pada penerbangan haji kloter pertama di lima embarkasi utama: Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, dan Ujung Pandang.
Garuda Siapkan 15 Pesawat, Angkut Lebih dari 100 Ribu Jamaah
Garuda Indonesia memegang peran besar dalam musim haji tahun ini. Garuda Indonesia akan melayani sedikitnya 102.502 jamaah yang terbagi dalam 278 kelompok terbang dari 10 embarkasi: Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.
Untuk mendukung operasional haji, Garuda menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar yang terdiri dari 8 armada milik sendiri dan 7 pesawat sewa, meliputi 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo. Seluruh pesawat telah memenuhi sertifikasi otoritas penerbangan Arab Saudi.
Garuda juga menyiapkan layanan ramah lansia, mengingat sekitar 18% jamaah tahun ini berusia di atas 65 tahun. Fasilitas yang disiapkan antara lain kursi roda di setiap embarkasi, ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jamaah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah bandara, layanan penanganan bagasi khusus, serta fasilitas buggy car di Bandara King Abdulaziz Jeddah.
Indonesia, Pengirim Jamaah Terbesar Dunia
Di antara 1,7 hingga 1,9 juta jamaah yang diperkirakan berhaji tahun ini dari seluruh dunia, Indonesia tetap menjadi kontributor terbesar. Dengan total 221.000 jamaah, Garuda Indonesia mengerahkan 15 pesawat berbadan lebar untuk fase keberangkatan ke Madinah yang berlangsung 22 April hingga 6 Mei, kemudian ke Jeddah mulai 7 Mei hingga 21 Mei.
Kementerian Haji Arab Saudi sendiri telah mempersiapkan lebih dari 12.000 penerbangan dengan 3,1 juta kursi untuk melayani seluruh jamaah dari berbagai penjuru dunia dalam musim haji 1447 H ini.
Ahlan wa sahlan. Labbaik Allahumma labbaik.
Ikuti terus liputan haji 2026 di ihram.id untuk update terkini dari Tanah Suci.
0 Komentar